Thursday, May 01, 2008

Barca Rombak Skuad

BARCELONA - Dua musim tanpa gelar membuat manajemen Barcelona berencana merombak skuad yang ada. Sepuluh pemain dari tim utama, akan dilego termasuk Ronaldinho dan Thierry Henry.

Sebenarnya, rencana perombakan tim akan dibatalkan jika saja Barca mampu menjadi juara Liga Champions musim ini. Tapi, El Blaugrana menyerah 0-1 dari Manchester United di babak semifinal.

Setelah kekalahan itu, posisi pelatih Frank Rijkaard dinyatakan rawan. Terlebih Barca juga kalah dari Real Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga. Sekretaris Teknikal Barcelona Txiki Begiristain mengatakan, sudah ada pembicaraan yang berisikan perombakan skuad di musim depan serta mengganti Rijkaard.

"Kami memang berencana melakukan evaluasi baik di sektor pemain atau pelatih. Tapi belum ada keputusan tentang posisi Frank Rijkaard," jelas Txiki Begiristain

Seperti dilaporkan media Spanyol, Ronaldinho masuk dalam daftar teratas pemain yang akan dijual musim depan. AC Milan adalah klub yang paling serius mendapatkan Ronaldinho.

Tapi Milan mendapatkan saingan kuat dari Manchester City, yang juga tertarik menggunakan jasa pemain asal Brasil tersebut. Barca sudah membandrol 30 juta poundsterling kepada siapa saja yang tertarik kepada Ronaldinho.

Selanjutnya adalah Thierry Henry. Pemain yang belum genam semusim berkostum Barca ini, memang dianggap gagal menunjukan kualitas terbaiknya di La Liga. Permainan pemain internasional Prancis ini merosot jauh dibandingkan ketika bermain di Arsenal. Henry dikabarkan akan kembali ke Inggris, atau menyebrang ke benua Amerika dan berlaga di pentas Major League Soccer (MLS).

Di belakang Henry ada nama Deco, Lilian Thuram dan Edmilson. Musim ini menjadi musim terakhir Deco di Barcelona. Sejauh ini belum ada opsi perpanjangan kontrak baru dari manajemen Barca. Sementara Thuram yang gagal menembus tim utama, sudah berencana hijrah akhir musim ini. Edmilson sendiri telah menandatangani perjanjian pra kontrak dengan Villarreal.

Selanjutnya adalah pemain asal Meksiko Rafa Marquez, striker Eidur Gudjohnsen dan Gianluca Zambrotta, santi Ezquerro dan Sylvinho. Keempat nama tersebut, hanya Zambrotta yang sudah mendapat tawaran dari Milan. Sisanya belum mendapat tawaran dari klub lain.

Chelsea Cetak Sejarah

Grant: Lampard Berhati Baja

Keberhasilan Frank Lampard dalam mengeksekusi penalti membuat pelatih Chelsea Avram Grant salut terhadap gelandang tersebut. Suasana berkabung setelah meninggalnya Pat Lampard, ibunda Frank, ternyata tak mengguncang keteguhan hati pemainnya tersebut.

"Frank adalah pemain yang teguh hati. Dia sangat dekat dengan ibunya. Apa yang terjadi padanya tidak mudah tapi dia bermain baik dan ini sedikit menghiburnya," kata Grant yang langsung teringat dengan ayahnya yang menjadi korban pembantaian Nazi.

Pujian yang sama kepada Lampard juga dilontarkan oleh John Terry. Terry menyatakan kekagumannya terhadap Lampard yang sedemikian cepat pulih menutupi perasaan sedihnya atas meninggalnya sang ibu

"Frank bermain sangat baik dan menurutku dia salah satu pemain kunci hari ini. Ini tidak mudah baginya. Dia memberikan segalanya bagi tim," ujar sang kapten.

Usai mendengar ibunya meninggal dunia, Kamis (24/4), Lampard absen dalam pertandingan lawan Manchester United yang berlangsung dua hari kemudian. Waktu itu Chelsea menang 2-1 berkat gol Michael Ballack. Lampard sempat diragukan tampil saat semifinal Liga Champions lawan Liverpool, tapi akhirnya dia bermain juga dan bahkan mencetak gol lewat penalti.

Pada penalti tersebut, Lampard berhasil mengecoh kiper Pepe Reina. Ia langsung berlari ke sudut lapangan dan bersungkur serta menangis mengenang sang ibu. Usai perayaan gol itu, dia masih menciumi pita hitam tanda berkabung yang dipasang di tangan kirinya.

John Terry: Kami akan Tenggelam 24 Jam

Kemenangan Chelsea atas Liverpool di laga kedua semifinal Liga Champions, Rabu (30/4), membuat klub tersebut larut dalam kegembiraan. Menurut kapten Chelsea, John Terry, timnya dan seluruh pendukung mungkin akan tenggelam dalam kegembiraan selama 24 jam.

"Kami langsung membuat perayaan kecil dengan para suporter di lapangan. Malam ini, kami akan melanjutkan perayaan itu dan mungkin tenggelam ke dalamnya selama 24 jam," kata Terry.

Bagi dirinya pribadi, sukses itu sangat memuaskan sekaligus membuat kebanggannya melambung. Sebab, ini pertama kalinya dia membawa tim ke final Liga Champions sebagai kapten.

"Sangat fantastis. Aku kira, kami memang pantas memenangkan pertandingan setelah dalam beberapa tahun gagal ke final. Kami memiliki banyak peluang mencetak gol, meski kami menyulitkan diri kami sendiri di akhir-akhir pertandingan," jelasnya.

Yang dia maksud, Chelsea sempat memberi ruang kepada Liverpool untuk menekan. Penyesalan terutama saat memberi ruang kepada Ryan Babel melakukan tendangan jarak jauh.

"Kami membiarkan Babel menendang dalam jarak 25 yard dan Liverpool kembali bersemangat saat pertandingan tinggal 3 menit. Ini pertandingan berat. Pertandingan yang sangat ketat dan sebelumnya sudah ada banyak pertandingan yang penuh tensi yang harus dihadapi Chelsea," ujarnya.

"Apakah ini pertandingan terberat? Aku pikir begitu, tapi juga pertandingan yang sangat menyenangkan. Aku sangat senang kepada diriku sendiri, klub, fans dan semua pemain karena mampu melangkah ke final di Moskow nanti," tambahnya.

Di final Liga Champions, 21 Mei nanti, Chelsea bertemu sesama klub Inggris, Manchester United. Sebelumnya, kedua tim sudah bertemu dalam partai panas di Premier League.

"Final sesama klub Inggris. Aku kira setiap orang akan menunggu pertandingan ini. Mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik di Premier League. Kami sudah menyimak pertandingan MU di minggu-minggu sebelumnya dan akhirnya mampu mengalahkan mereka di liga,: katanya.

"Secara keseluruhan, MU memang telah bermain bagus. Kami juga dalam permainan terbaik. Maka, parati final Liga Champions nanti bakal sangat berat," ujar Terry

Benitez: Seharusnya Kami Juga Dapat Penalti

Liverpool gagal memenuhi ekspektasi mereka untuk maju ke final Liga Champions. Pada leg kedua semifinal kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut, Rabu (30/4) malam atau Kamis (1/5) dinihari WIB, The Reds kalah 2-3 saat bermain di Stamford Bridge sehingga mereka kalah agregat 3-4--pada leg pertama Chelsea tahan imbang 1-1.

Ini tentu saja membuat kubu Liverpool kecewa. Namun yang membuat manajer Rafael Benitez lebih kecewa karena mereka membuang dua peluang setelah mampu menyamakan skor di babak kedua, serta penalti yang tak diberikan ketika Sami Hyypia dijatuhkan di dalam kotak terlarang itu.

Chelsea sempat unggul pada menit ke-33, sebelum Fernando Torres menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-64. Pertandingan pun dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu.

Pada menit ke-98, Chelsea kembali unggul lewat gol penalti Frank Lampard menyusul pelanggaran terhadap Michael Ballack. Setelah itu, Liverpool juga mendapat peluang penalti ketika Hyypia dijatuhkan, namun wasit tak memberikan hukuman tersebut meskipun para pemain Liverpool melakukan protes.

"Para pemain mengatakan kepada saya bahwa ada pelanggaran terhadap Hyypia dan seharusnya itu diganjar dengan hukuman tendangan penalti. Namun semuanya telah berlalu dan kamu takkan bisa mengubah hasil akhirnya," ungkap Benitez

Memang, jika Liverpool juga mendapatkan hukuman penalti itu, mungkin hasil akhir pertandingan yang melelahkan itu berbeda. The Reds pasti sangat berpeluang ke final.

Namun Benitez tak terlalu banyak mengupas tentang peluang penalti ini. Dia lebih memilih untuk mengomentari kegagalan Liverpool untuk memanfaatkan peluang mencetak gol.

"Saya pikir kami sudah dekat menuju final. Kami bermain bagus, terutama di babak kedua. Setelah mencetak gol balasan, saya kira kami memiliki dua peluang," ungkap mantan pelatih Valencia itu.

"Pada babak perpanjangan waktu, kami juga bermain lebih bagus. Tetapi, gol kedua Chelsea yang diikuti gol ketiga mengakhiri pertandingan ini," tambah pria Spanyol tersebut yang juga menerangkan alasan dia menarik keluar Fernando Torres pada babak perpanjangan waktu, karena Torres cedera hamstring

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP