Sunday, June 08, 2008

Adu Cepat Pemain Tengah

VIENA - Pertandingan Austria melawan Kroasia di Vienna, Austria, Minggu (8/6/2008) malam akan menjadi ajang adu kuat dilini tengah kedua tim. Di skuad Austria, ada Andreas Ivanschitz, sedangkan di Kroasia ada Nici Kovak.

Kedua pemain ini akan beradu kejelian untuk membawa timnya memenangkan pertandingan. Ivanschitz misalnya, pemain muda yang tengah membela klub Panathinaikos diharapkan mampu memanjakan lini depan Austria dan mampu menciptakan gol-gol indah bagi striker.

Pemain kelahiran Burgenland, 15 Oktober 1983 itu menjalankan tugas sebagai gelandang. Karier sepakbolanya dimulai pada usia enam tahun bersama ASK Baumgarten. Dia menghabiskan waktu bersama ASK Baumgarten selama 9 tahun (1989-1998).

Di timnas, Ivanschitz juga dikenal sebagai David Beckham-nya Austria. Ini dikarenakan kepiawaiannya dalam mengeksekusi tendangan bebas dengan kaki kirinya dan memiliki banyak fans di Austria.

Sementara itu, nama kapten Kroasia, Niko Kovac pernah mencetak gol bagi tim kala Kroasia bermain imbang 1-1 dengan tetangganya di Eropa timur Hungaria, dalam pemanasan terakhir mereka menuju Euro 2008.

Ketajaman Kovac dalam mencetak gol, diharapkan akan terulang saat timnya bertemu dengan Autria. Apakah Kovak mampu mengulangi kesuksesannya dengan mencetak gol kegawang Autria?

Pertarungan kedua negara ini tidak saja hanya terjadi dilini tengah. sebagai tuan rumah, Autria diperkirakan akan mencuri gol secepat mungkin melakui striker Roland Linz.

Namun, bukan berarti pertahanan Kroasia kropos meskipun Autria bermain dipublik sendiri. Pertahanan yang digalang Danijel Pranjic dan dibantu bek sayap Vedran Corluka diharapkan akan mampu meredam serangan tim tuan rumah.

Optimisme The Blazers Tanpa Eduardo

VIENNA - Meski tanpa striker andalan Kroasia, Eduardo Da Silva, skuad Kroasia tetap optimis akan mampu meladeni permainan tuan rumah Austria hari Minggu (8/6/2008) malam WIB.

Pelatih Kroasia Slaven Bilic mengungkapkan, timnya akan mudah mengatasi tuan rumah dengan mudah. Eduardo sendiri terpaksa istirahat total selama delapan bulan. Hal itu menyusul cedera engkel cukup parah dalam laga Birmingham City vs Arsenal, Sabtu (24//2008) di kompetisi Premier League.

Striker Arsenal itu dipastikan absen selama kompetisi Euro 2008.

"Kehilangan Eduardo memang benar-benar kerugian bagi tim. Tapi kami yakin akan terus melaju. Memenangkan pertandingan dengan Austria sangat penting untuk kepercayaan tim," jelas Bilic

Maklum saja harapan besar pernah disandarkan pelatih Bilic dipundak Eduardo. Kroasia sendiri dalam ajang Euro terlihat krisis lini depan.

Apalagi selama menjalani pertandingan persahabatan yang dilakoni oleh Kroasia sebelum terbang ke Austria, tidak satu pun lini depan menyumbang gol untuk tim.

Optimisme seorang Bilic boleh saja dikobarkan untuk anak asuhnya. Namun, meski Autria sebagi tim gurem dikancah Eropa bukan berarti dipandang remeh Kroasia.

Dukungan publik akan membahana di stadion Ernst Happel. Stadion yang berkapsitas 49.000 tempat duduk itu tentu akan menjadi catatan tersendiri bagi tim Kroasia.

Tentu saja dukungan tidak saja datang dari dalam stadion, ribuan pendukung tuan rumah diluar stadion juga akan menjadi tenaga anak asuhan Josef Hickersberger untuk menyiutkan nyali pasukan Bilic dalam laga Euro 2008.

Mampukah Kroasia mempermalukan Austria, seperti Ceska mempermalukan Swiss?

Frei Absen Enam Pekan

JENEWA - Rasa duka kubu Swiss semakin mendalam saja. Betapa tidak, selain harus menelan kekalahan, Swiss juga sepertinya akan kehilangan sang bomber andalan Alexander Frei selama Euro 2008.

Frei mengalami cedera, ketika The Nati tumbang 1-0 dari Republik Ceska di laga perdana Euro 2008, di Stade de Geneva, Minggu (9/6/2008) malam WIB.

Federasi Sepakbola (FA) Swiss, menjelaskan cedera yang dialami Frei.

"Top skorer Swiss itu mengalami cedera di ligament kaki kirinya, karena dihajar oleh bek Ceska Zdenek Grygera sebelum babak pertama usai. Itu artinya, Frei akan absen minimal selama enam pekan," demikian pernyataan FA Swiss.

Dengan demikian, maka Frei akan absen membela Swiss di Euro 2008 nanti. Tentu ini sangat disayangkan kubu Swiss. Sebab, bomber Borrussia Dortmund itu merupakan top skorer The Nati, dengan menyarangkan 35 gol.

Janji Anelka untuk Domenech

ZURICH - Penampilan Nicolas Anelka memang kurang gemilang seusai Euro 2000. Namun, striker Prancis itu berjanji akan membuktikan bahwa dirinya mampu membawa tim Ayam Jantan sampai ke final Euro 2008 kali ini.

Nama Anelka memang seolah tenggelam usai Euro 2000. Dalam laga Euro 2008 ini, pelatih Prancis Raymond Domenech lebih memilih Thierry Henry dan Karim Benzema untuk barisan depan.

Namun, hal itu tidak menyurutkan nyali Anelka untuk berbuat lebih jika diberikan kesempatan untuk tampil.

"Sekarang saya ingin tunjukkan saya bisa bermain bagus dalam ajang yang besar ini. Bahkan, saya dapat bermain lebih baik lagi dari pada Euro 2000 silam,' ujar bomber Chelsea itu

Pada hari Senin (9/6/2008) malam WIB, Prancis akan meladeni tim kuda hitam Rumania dalam laga Euro di stadion Letzigrund, Zurich. Prancis sendiri berada dalam Grup C yang disebut sebagai grup neraka bersama Italia, Belanda dan Rumania.

"Pelatih yang akan memutuskan siapa yang tepat. Tapi saya akan bersikap tenang dan menjaga hubungan baik dengan semua. Bagaimanapun, Karim adalah penyerang yang hebat saat ini," tambah Anelka.

Loew Waspadai Polandia

KLAGENFURT- Pelatih Jerman Joachim Loew mengaku khawatir dengan performa Polandia. Pengganti Juergen Klinsmann itu kagum dengan performa Polandia, yang akan menjadi lawannya di laga perdana Grup B, malam nanti.

Perjalanan Polandia ke babak final Euro 2008 memang mengagumkan. Tim asuhan Leo Beenhaker itu mampu menjadi juara Grup A, pada Babak Kualifikasi dengan mengumpulkan nilai total 28.

"Ketika saya melihat tayangan video pertandingan mereka, Polandia selalu bermain kompak. Gaya permainan mereka seperti gaya permainan Belanda,' sebut Low,

"Polandia mempunyai tim yang lebih kuat daripada tim yang terakhir kali kami lawan di Piala Dunia 2006," imbuhnya.

Der Panzer boleh saja mengilas Polandia 1-0 pada babak penyisihan di PD 2006..Tapi, di pentas Eropa, Michael Ballack cs selalu gagal mendapatkan kemenangan, sejak kemenangan tim yang diraih terakhir kali pada babak final Euro 1996.

"Kami ingin merubah itu secepat mungkin," tegas Low yang akan membawa pasukannya bertempur dengan Polandia, di Stadion Worthersee, Klagenfurt, hari ini. "Kami mempunyai tim yang bisa mengendalikan permainan. Kami akan bermain dengan penuh percaya diri," tutup Low.

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP