Ronaldo, Prestasi atau Uang?
Entah apa yang ada di benak para petinggi AC Milan. Saat klub tersebut membutuhkan peremajaan, mereka justru kembali mendatangkan pemain gaek, Ronaldo.
Biaya transfer untuk mendatangkan Ronaldo mencapai sekitar Rp 86,25 miliar. Sejumlah pihak mengkritik keputusan manajemen Milan tersebut. Bahkan, pendukung Rossoneri juga ikut mempertanyakan pembelian Ronaldo dari Real Madrid.
Sebagian mempertanyakan kapasitas pemain yang sering dikecam karena kegemukan itu. Meskipun terhitung tua, Ronaldo tetaplah seorang pemain bintang dengan bakat luar biasa. Orang sering bilang, penampilan pemain boleh saja naik turun, tetapi yang namanya bakat pasti menetap.
Barangkali itulah salah satu alasan Milan tertarik mendatangkan pemain bernama lengkap Ronaldo Luis Nazário de Lima ini. Mereka berharap bakat pemain kelahiran 22 September 1976 ini menjebol gawang lawan tetap bertahan hingga bisa mengangkat prestasi Milan yang sedang terpuruk.
Milan kini terperosok di papan tengah klasemen Serie A Italia, tepatnya di peringkat kesembilan. Mereka baru memperoleh nilai 27 hingga pekan ke-21, tertinggal 30 poin dari pimpinan klasemen yang sekaligus rival sekota, Inter Milan.
Pelatih Milan Carlo Ancelotti membela keputusannya membeli mantan pemain Inter Milan itu. "Ronaldo tidak gemuk. Dia pemain yang sangat kekar. Saya pikir, masalahnya adalah akhir- akhir ini dia tidak lagi memiliki motivasi untuk bermain," katanya.
Ancelotti menjelaskan, dilihat dari sisi fisik, Ronaldo terlihat gemuk akibat kurang berlatih karena dia tidak lagi termasuk dalam tim inti Real Madrid hingga kehilangan motivasi pada latihan. "Namun, dia tetaplah seorang pemain besar. Selama lima tahun membela Real, dia telah mempersembahkan hampir 100 gol. Tidak ada seorang pun yang telah melakukan itu," ujarnya.
Jika akhirnya tujuan itu kurang tercapai, Milan barangkali tetap diuntungkan dari efek samping kedatangan Ronaldo. Pembelian seorang pemain dengan nama besar biasanya akan diikuti meningkatnya penjualan merchandise, seperti kaus atau cendera mata yang berhubungan dengan pemain tersebut.
Kasus ini terjadi di Real Madrid yang mendatangkan David Beckham dari Manchester United. Kedatangan pemain ini banyak membantu Madrid menjadi klub terkaya di dunia karena penjualan merchandise.
Milan memang butuh pemain hebat untuk segera bangkit dari keterpurukan. Akan tetapi, hal itu bukan berarti Milan tidak butuh uang. Klub yang bermarkas di San Siro ini merupakan salah satu klub terkaya di dunia, menempati peringkat ketiga setelah Real Madrid dan Manchester United dengan kekayaan mencapai 158 juta poundsterling (Rp 2,6 triliun).
Biaya transfer untuk mendatangkan Ronaldo mencapai sekitar Rp 86,25 miliar. Sejumlah pihak mengkritik keputusan manajemen Milan tersebut. Bahkan, pendukung Rossoneri juga ikut mempertanyakan pembelian Ronaldo dari Real Madrid.
Sebagian mempertanyakan kapasitas pemain yang sering dikecam karena kegemukan itu. Meskipun terhitung tua, Ronaldo tetaplah seorang pemain bintang dengan bakat luar biasa. Orang sering bilang, penampilan pemain boleh saja naik turun, tetapi yang namanya bakat pasti menetap.
Barangkali itulah salah satu alasan Milan tertarik mendatangkan pemain bernama lengkap Ronaldo Luis Nazário de Lima ini. Mereka berharap bakat pemain kelahiran 22 September 1976 ini menjebol gawang lawan tetap bertahan hingga bisa mengangkat prestasi Milan yang sedang terpuruk.
Milan kini terperosok di papan tengah klasemen Serie A Italia, tepatnya di peringkat kesembilan. Mereka baru memperoleh nilai 27 hingga pekan ke-21, tertinggal 30 poin dari pimpinan klasemen yang sekaligus rival sekota, Inter Milan.
Pelatih Milan Carlo Ancelotti membela keputusannya membeli mantan pemain Inter Milan itu. "Ronaldo tidak gemuk. Dia pemain yang sangat kekar. Saya pikir, masalahnya adalah akhir- akhir ini dia tidak lagi memiliki motivasi untuk bermain," katanya.
Ancelotti menjelaskan, dilihat dari sisi fisik, Ronaldo terlihat gemuk akibat kurang berlatih karena dia tidak lagi termasuk dalam tim inti Real Madrid hingga kehilangan motivasi pada latihan. "Namun, dia tetaplah seorang pemain besar. Selama lima tahun membela Real, dia telah mempersembahkan hampir 100 gol. Tidak ada seorang pun yang telah melakukan itu," ujarnya.
Jika akhirnya tujuan itu kurang tercapai, Milan barangkali tetap diuntungkan dari efek samping kedatangan Ronaldo. Pembelian seorang pemain dengan nama besar biasanya akan diikuti meningkatnya penjualan merchandise, seperti kaus atau cendera mata yang berhubungan dengan pemain tersebut.
Kasus ini terjadi di Real Madrid yang mendatangkan David Beckham dari Manchester United. Kedatangan pemain ini banyak membantu Madrid menjadi klub terkaya di dunia karena penjualan merchandise.
Milan memang butuh pemain hebat untuk segera bangkit dari keterpurukan. Akan tetapi, hal itu bukan berarti Milan tidak butuh uang. Klub yang bermarkas di San Siro ini merupakan salah satu klub terkaya di dunia, menempati peringkat ketiga setelah Real Madrid dan Manchester United dengan kekayaan mencapai 158 juta poundsterling (Rp 2,6 triliun).
0 comments:
Post a Comment