Saturday, February 03, 2007

Aroma Was-was di Kubu Barca

Tanggal 19 November tahun lalu, Barcelona berhasil memukul tuan rumah Real Mallorca 4-1. Namun, itulah kemenangan terakhir Azulgrana di luar Camp Nou. Pantas jika aroma waswas membayangi Barca saat mereka melawat ke Reyno de Navarra milik Osasuna, Minggu (4/2).

Setelah pesta gol di kandang Mallorca tersebut, Carles Puyol dkk. menuai tiga hasil imbang melawan Levante (1-1), Getafe (1-1), dan Real Betis (1-1), serta takluk di tangan rival sekota mereka, Espanyol (3-1).

Memang dalam rentang itu The Catalans sempat mencuri kemenangan 2-0 tatkala bertamu ke Mendizorozza, rumah Alaves, di babak perdelapanfinal Copa del Rey. Tapi, pada pertemuan kedua di Camp Nou, gawang Barca bobol dua kali.

Meski akhirnya menang dengan skor 3-2, sepasang gol yang dilesakkan klub berbeda kasta tersebut secara tidak langsung mengindikasikan adanya masalah serius di kubu Barca. Xavi Hernandez kontan menampik anggapan skeptis ini.

“Permainan kami sudah jauh lebih agresif,” aku Xavi pada harian ABC. “Seluruh pemain telah menunjukkan perubahan karakter ke arah positif. Kreasi serangan dan peluang pun mulai meningkat tajam,” lanjut sang playmaker.

Optimisme dalam membuang isu waswas juga dilontarkan Ludovic Giuly. “Segalanya telah membaik, entah itu untuk saya pribadi maupun tim. Yang penting kami sudah menemukan kembali ritme yang sempat hilang.”

Oleguer Presas, bek yang mulai kembali mendapat kepercayaan pelatih Frank Rijkaard, bersuara nyaris sama. “Level tim sudah bagus. Pressing dan pemanfaatan peluang juga semakin optimal,” paparnya.

Sabar vs Solid

Intinya mereka bertiga mengambil kesimpulan ini seusai duel kontra Celta Vigo pada jornada 20 lalu yang dimenangi 3-1. Anehnya Rijkaard malah memandang kesuksesan skuadnya dengan nada datar.

“Dari hasil akhir, kami memang boleh merasa senang. Namun, jika sudah memasukkan unsur organisasi antarlini, terutama pertahanan, banyak hal yang harus dibenahi. Tampaknya masih perlu waktu mencapai kesempurnaan.”

Untuk bertahan di puncak klasemen Primera, Barca tak punya pilihan selain tampil sempurna di sisa musim ini. Pasalnya jika terpeleset, Sevilla, Real Madrid, Valencia, bahkan Atletico Madrid siap mengambil alih posisi terhormat mereka.

Inilah masalahnya. Osasuna termasuk lawan yang tak mengenal kompromi jika berlaga di depan publik sendiri. Dari aspek sejarah, mereka juga dikenal cukup sering merepotkan Barca.

Ini disebabkan tipe permainan solid yang memang tidak disukai pasukan Rijkaard. Ditambah kembalinya Ricardo, Cuellar, dan Raul Garcia dari masa hukuman, Los Rojillos makin punya alasan untuk mengubur ambisi sang juara bertahan.

Kini tinggal bagaimana Deco Souza cs. menyikapi pertemuan ke-58 ini. Asal sigap dalam menahan laju tuan rumah yang diperkirakan bakal tancap gas sejak awal serta sabar dalam meracik kreasi hingga peluit akhir, kans Barca terbuka lebar.

Sementara itu, Kekalahan 0-1 dari Villarreal pada jornada 20 kian mempersempit peluang Real Madrid untuk mengejar Barcelona dan Sevilla. Los Merengues kini tertinggal empat dan tiga poin dari duet penguasa sementara Primera Division itu.

Namun, melebarnya jarak bukan menjadi halangan utama bagi Fabio Capello, el entrenador Madrid. Di mata Italiano bertangan besi ini, yang jauh lebih mengkhawatirkan justru sektor moral tim seusai hilangnya kesempatan menambah poin.

“Kami mengalami penderitaan luar biasa sepanjang babak kedua. Villarreal benar-benar tampil sempurna di hadapan pemain-pemain kami. Saya mempunyai tugas mahaberat untuk mengangkat kembali moral mereka,” ucap Don Fabio.

Yang bisa sedikit menghibur adalah fakta Levante sebagai tim tamu di Santiago Bernabeu, Ahad (4/2). Menilik dari sudut mana pun, Madrid berpeluang mutlak untuk kembali mendulang angka penuh.

“Beberapa pemain inti kami cedera sehingga sangat beralasan jika langkah Madrid tersendat. Tapi, posisi puncak klasemen belum terlalu jauh. Saya yakin kami bisa sampai di sana. Syaratnya Madrid harus menjalani setiap langkah dengan benar,” lanjut Capello.

Raul, Guti, dan Emerson

Pertanyaannya adalah cukupkah amunisi skuad Bernabeu untuk menunjang syarat Capello. Ingat, masalah cedera masih belum tertambal. Plus krisis internal yang berdampak pada hilangnya Beckham, Cassano, dan Ronaldo.

Di enam laga terakhir, El Real terbukti selalu mentok. Ya, mereka cuma bisa mencetak tiga gol dalam rentang tersebut. Problem selalu muncul saat Ruud van Nistelrooy, Gonzalo Higuain, Robinho, dan Jose Reyes gagal menjalankan tugas sebagai penjebol jala lawan.

Dengan materi antara tim cadangan dan inti yang jomplang, diperparah mayoritas penghuni bench adalah pemain bertipe bertahan, Capello memang tak punya banyak alternatif. Akan sangat membantu jika jugador bertipe menyerang kembali dari ruang terapi.

“Akhir pekan ini, Raul dan Guti sudah sembuh. Emerson juga sudah siap,” begitu kabar teranyar dari Capello soal isu cedera. Jika omongan di atas bukan isapan jempol belaka, tak ada alasan bagi Madrid untuk tidak meraup kemenangan. Paling tidak, Ruutje akan mendapat pelapis sepadan pada diri Raul

0 comments:

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP