Saturday, February 03, 2007

Pekan Laga Krusial

Serie A 2006/07 masih menyisakan 17 giornata lagi, tetapi partai Inter kontra Roma pada Minggu (4/2) di Giuseppe Meazza pantas disebut sebagai laga penentuan. Kemenangan akan membuat Inter 90% juara.

Pada klasemen Inter unggul 11 poin dari peringkat kedua Roma. Kemenangan pada Minggu membuat La Beneamata unggul 14 poin dari Il Lupo. Dengan selisih seperti itu sangat sulit bagi I Giallorossi untuk mengejar I Nerazzurri.

Bahkan dalam posisi unggul 11 poin, Snai, salah satu perusahaan pasar taruhan terbesar di Italia, sudah memutuskan untuk membayar para petaruh yang menempatkan Inter sebagai juara pada awal musim.

Mampukah Inter menutup lomba perburuan Lo Scudetto secara tidak resmi?

Sejak Oktober lalu, tidak ada klub Italia yang dapat menahan Inter. Pasukan arahan pelatih Roberto Mancini selalu menang dalam 14 partai terakhir di Serie A. Ini rekor. Pencapaian terbaik sebelumnya dipegang Roma, yakni 11 laga.

Rekor 14 kemenangan dan keunggulan jauh dari rival terdekat tidak membuat Inter puas dan ingin berhenti. “Tujuan kami hanya meraih kemenangan,” kata bek Marco Materazzi tentang duel kontra Roma, seperti dikutip situs resmi Inter.

Hanya Sekali Menang

Melihat sejarah pertemuan antara kedua klub di Giuseppe Meazza, Roma dalam posisi tak bagus. Il Lupo hanya 11 kali menang dalam 73 duel. Tapi, patut dicatat bahwa kemenangan terakhir Giallorossi terjadi pada musim lalu.

Kemenangan 3-2 pada 26 Oktober 2005 menjadi satu-satunya kesuksesan Roma dalam lima duel terakhir melawan Inter. Pada empat pertemuan lain, dua di antaranya di final Coppa Italia, Nerazzurri tiga kali menaklukkan Giallorossi.

Kemenangan terakhir Inter atas Roma terjadi pada pertemuan terakhir kedua klub, yakni di Stadio Olimpico pada 20 September tahun lalu. Saat itu Beneamata menang 1-0 berkat gol penyerang Hernan Crespo.

Hidup Mati

Pertandingan ini seperti laga hidup atau mati bagi Roma. Kalah berarti selamat tinggal scudetto meski ini belum resmi. Sebaliknya kemenangan akan menambah semangat Francesco Totti dkk. untuk mengejar Inter.

“Kami menghadapi pertandingan ini dengan mengusung spirit akan menjalani laga penting,” kata gelandang Daniele De Rossi.

Sayang Roma diganggu oleh masalah ketegangan hubungan antara pelatih Luciano Spalletti dan penyerang andalan Mancini. Pemain sayap asal Brasil itu marah dan tak menegur sang pelatih setelah diganti pada pekan lalu.

Roma harus tampil sempurna. Jika tidak, Il Lupo akan mendapat masalah besar dari pemain-pemain Inter yang sedang oke seperti Zlatan Ibrahimovic, Adriano, Dejan Stankovic, dan Patrick Vieira.

Inter mesti seperti klub Serie A lain, yakni tidak memberi ruang bagi Totti dkk. Hal itu adalah kelebihan pasukan Spalletti. Mancini tentu sudah memahami kekuatan Roma dan ia punya pemain-pemain untuk meredam kelebihan Il Lupo.

Sementara itu Laga Ascoli-Milan di giornata 22, Minggu (4/2), adalah duel antara dua tim yang tren penampilannya sedang menanjak. Demi target masing-masing, mereka ingin menjaga kontinuitas tren tersebut.

Pekan lalu Ascoli memetik kemenangan tandang pertamanya ketika menekuk Messina 2-1. Ini mengonfirmasi perubahan positif yang didapatkan I Bianconeri sejak mengganti pelatih dari Attilio Tesser ke Nedo Sonetti.

Pada pertandingan tutup tahun 2006, Ascoli juga memperoleh kemenangan pertamanya musim ini ketika menghajar Chievo 3-0. Salvezza kini bukan sekadar mimpi.

Bintang Ascoli dalam empat pertandingan terakhir adalah Michele Paolucci. Penyerang yang statusnya masih dimiliki oleh Juventus itu mencetak empat gol, termasuk doppieta yang dibukukannya ke gawang Messina.

Ascoli tentu berharap Paolucci tetap tampil tajam di depan gawang Milan, tim yang kini menjadi salah satu pemilik lini belakang terkuat di Serie A. “Saya ingin menyelesaikan musim ini dengan baik, memberi kontribusi untuk mengamankan posisi klub ini di Serie A,” tukas Paolucci.

I Bianconeri punya pengalaman bagus. Pada pertemuan pertama kedua klub musim ini, mereka bisa menyulitkan I Rossoneri di Giuseppe Meazza. Gianluca Pagliuca dkk. akhirnya hanya kalah dengan skor 0-1.

Sudah Berubah

Namun, seperti halnya Ascoli, Milan juga sedang dalam tren menanjak. Dalam lima partai terakhir, hasil Setan Merah nyaris sempurna dengan meraih 13 poin.

“Kami memperoleh hasil ini dengan kerja keras. Kami pantas mendapatkannya karena tim ini sudah berubah dibandingkan tim yang mengalami banyak kesulitan di awal musim,” kata pelatih Milan, Carlo Ancelotti, di Goalcity.

I Rossoneri kini tidak punya masalah lagi dalam menciptakan peluang. Penyerang-penyerang mereka otomatis mulai reguler mencetak gol. Statistik juga menunjukkan pertahanan Milan semakin solid. Dalam lima pertandingan terakhir di Serie A, Il Diavolo Rosso hanya kemasukan satu gol.

Kembalinya kiper utama Nelson Dida banyak menolong Milan. Duet bek tua-muda, Paolo Maldini-Daniele Bonera juga memberikan kontribusi yang maksimal.

“Paolo yang terbesar. Sangat nyaman bermain bersamanya,” puji Bonera pada seniornya yang berusia 13 tahun lebih tua itu, seperti dikutip oleh situs resmi Milan.

Yang menarik laga Ascoli-Milan ini mempertemukan Maldini dengan Pagliuca. Mereka adalah pengoleksi cap terbanyak di Serie A saat ini. Maldini sudah bermain sebanyak 597 kali, sedang Pagliuca 590 kali tampil di Serie A.

0 comments:

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP