Sunday, November 04, 2007

Dua Gol Morientes Sambut Ronald Koeman

Dua gol striker Fernando Morientes membantu kemenangan Valencia 2-0 atas tuan rumah Real Mallorca, Minggu (4/11/20070 pagi WIB. Kemenangan ini menyambut pelatih baru Ronald Koeman yang akan bertugas pekan depan.


Koeman tentunya akan sangat senang melihat ketajaman striker miliknya itu. Apalagi, Los Che sangat mendominasi pertandingan.

Padahal, Valencia masih dilanda problem cedera, terutama di lini belakang. Apalagi, itu semakin memburuk ketika bek baru Alexis harus terkapar di menit awal akibat mengalami cedera engkel, dan terpaksa diangkut ke luar.

Miguel masuk dan mengisi posisi bek kanan. Bek Portugal ini menggeser Marco Caneira ke bek tengah.

Pergantian ini sangat tepat karena Miguel jadi sutradara terciptanya gol Morie di menit ke-45. Umpan Miguel dari sayap kanan diselesaikan Morie dengan baik, dan kedudukan 1-0 bertahan sampai turun minum.

Sejak saat itu, Mallorca lebih intens menekan pertahanan Los Che.Tapi, justru pertahanan mereka kembali bobol, kembali oleh aksi Morie di menit ke-61, setelah memanfaatkan umpan David Silva.

Dengan hasil ini, Valencia nangkring di posisi 4 La Liga dengan nilai 21 dari 11 laga. Sedangkan Mallorca berada di posisi 8 dengan nilai 18 dari 11 laga.

Pemain Arsenal Siap "Mati" di Lapangan

Demi martabat timnya, para pemain Arsenal seperti siap mati dil apangan. Itu terlihat ketika The Gunners bermain imbang 2-2 melawan Manchester United dalam lanjutan kompetisi Premiership di Emirates Stadium, kemarin.

Sebenarnya, pada awal babak pertama Arsenal sempat terhentak ketika sang kapten Gallas mencetak gol bunuh diri dan membuat The Gunners tertinggal 1-0.

Namun, melalui perlawanan gigih Arsenal berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol Cesc Fabregas. Bahkan, berkat gol Gallas juga The Gunners mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, setelah sebelumnya sempat tertinggal 2-1 dari United.

Gallas pun memuji kerjasama apik timnya, dalam pertandingan yang sarat dengan ketegangan tersebut.

"Kami harus bertarung, bahkan kami siap mati bersama-sama di lapangan untuk menyelamatkan Arsenal dari kekalahan. Sebenarnya, di babak pertama kami berusaha untuk memainkan bola, tapi ketatnya pertahanan United membuat semua menjadi tidak mudah," tegas pemain asal Prancis itu kepada Sky Sports.

"Kami memang kemasukan sebuah gol di babak pertama, namun di babak kedua ketika kami kembali ke lapangan, kami harus bermain lebih baik lagi dan terbukti kami bisa."

Praktis, hasil ini membuat Arsenal tetap berada dipuncak klasemen dengan nilai sama dari United yakni 27. Tapi, posisi The Gunners tak tergeser karena unggul selisih gold an berpeluang memperlebar jarak karena kelebihan satu pertandingan.

"Kami rasa kami harus mempertahankan posisi puncak ini. Pasalnya, kami harus membuat tim lain seperti Chelsea dan Setan Merah merasa tertekan," tandas pemain bertahan berusia 31 tahun itu

Morientes Harapkan Kemampuan Koeman

Fernando Morientes senang Ronald Koeman memutuskan untuk melatih Valencia. Untuk itu, Morientes berharap kehadiran Koeman akan mampu mengembalikan kegemilangan El Che.

Morientes baru saja mencetak dua gol, untuk membawa Valencia memetik kemenangan atas Real Mallorca dengan skor 2-0 di Stadion Mestalla, Minggu (4/11/2007) waktu setempat

Menurut Morientes, kemenangan ini sangat berarti bagi El Che karena merekadapat menghapus mimpi buruk yakni empat kekalahan beruntun dari llima pertandingan terakhir diberbagai ajang.

"Tim ini memang sangat membutuhkan kemenangan ini, setelah kami mendapatkan hasil yang buruk pada pertandingan sebelumnya dan saya bahagia bisa membantu," ucap mantan bomber Real Madrid, Monaco dan Liverpool itu kepada Radio Marca.

Lebih lanjut Morientes menambahkan, timnya pantas meraih kemenangan karena El Che memang tampil sangat superior. Kini, bomber asal Spanyol itu berharap

"Kami pantas meraih kemenangan ini karena kami tampil begitu dominan. Saya rasa tim ini mulai merasa lebih segar. Kami juga berharap Koeman memberikan kami banyak alasan untuk bisa tersenyum," tegas penyerang gaek berusia 31 tahun itu.

Saturday, November 03, 2007

Cannavaro Isyaratkan Hijrah ke Milan

Meski kerasan berada di Real Madrid, kapten Italia Fabio Cannavaro, mengisyaratkan bahwa dirinya bisa saja hijrah ke Milan setelah kubu Rossoneri, menyatakan ketertarikannya.

Salah satu pahlawan Italia di Piala Dunia 2006 ini, hijrah ke Real Madrid dari Juventus, menyusul kasus Calciopoli yang menimpa Juventus, sehinga Juve harus lengser ke Serie B.Â

Namun pemain berusia 34 tahun ini belum juga menunjukan penampilan terbaiknya bersama El Merengues, hingga ia mempunyai niat untuk kembali berkiprah di Italia.

Salah satu tujuan Canna adalah AC Milan, yang sudah menyatakan tertarik kepada eks pemain Parma ini. salah satu faktor lain adalah pelatih Milan Carlo Ancelotti dan tentu saja adanya Alessandro Nesta di sana. Â Â

"Carlo Ancelotti adalah sosok pelatih hebat. dia sungguh yang terbaik. Dan bermain bersama Alessandro Nesta selalu membuat saya merasa hebat. Itulah yang membuat saya tertarik bergabung bersama Milan," ujar Fabio Cannavaro seperti dilansir Goal, Sabtu (3/11/2007). Â

Harian The Corriere dello Sport menyebutkan bahwa presiden Milan Silvio Berlusconi, telah menyiapkan dana sebesar 70 juta poundsterling untuk perekrutan pemain baru Januati tahun depan. Dan salah satu rencana pembelian adalah merekrut Fabio Cannavaro.

Ibra: Juve Adalah Tim yang Adil & Jujur

MILAN – Banyak pihak mengklaim gelar dua gelar Scudetti (2005, 20060 yang didapatkan Inter Milan tidak sah. Itu juga diakui striker I Nerazurri Zlatan Ibrahimovic yang notabene pernah merumput buat kubu Delle Alpi dan mengklaim jika eks klubnya adalah pemenang yang sah ketika merebut dua gelar Scudetti (2005, 2006).

Kasus Calciopoli musim panas lalu menggegerkan banyak pihak di Italia. Kasus yang membuat Juventus terperosot ke Serie B tersebut banyak mendatangkan kecaman dari berbagai pihak di Negeri Pizza tersebut.

Tapi di lain pihak Inter justru ‘diuntungkan’ dengan absennya I Bianconeri. Ibra tidak peduli dengan hal itu. Dia berpikir jika I Bianconeri memang layak disebut sebagai juara.

“Melihat cara bermain Juventus di lapangan saya merasa ketika itu Juventus adalah pemenang yang sah. Tim kami berhasil memenangkan dua gelar scudetti dengan adil dan jujur,” jelas Ibra,

Klaim Ibra jelas bertolak belakang dengan komentyar dari bosnya saat ini, Massimo Moratti. Taipan itu mengatakan jika Juve secara sengaja telah memakai cara yang tidak benar untuk bisa merebut gelar Scudetti.

  © Blogger template 'Isfahan' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP